Jumat, 31 Juli 2009

Long White Candle + Doji

Doji yang terbentuk sesudah sebuah candle putih yang panjang merupakan sebuah sinyal negatif bagi sebuah pola kecenderungan untuk naik.

Kronologinya adalah setelah terjadinya gerakan nilai harga yang meningkat dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend dan membentuk candlestick putih dan panjang sebelumnya, pola doji yang kemudian terbentuk memberikan sinyal bahwa hasrat membeli sudah mulai melemah dan terdapat kemungkinan up trend sudah mau berakhir.

Pada saat tersebut market dapat dikatakan mengalami masa kejenuhan karena kekurangan hasrat dari trader pembeli, padahal untuk melanjutkan up trend kekuatan membeli adalah mutlak diperlukan. Oleh karena itu pola doji menjadi lebih berarti setelah sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend atau setelah terbentuknya candlestick putih dan panjang.

Pola ini kadang juga ditemui dengan gap atau membentuk celah ke atas. Setelah kenaikan nilai harga yang naik ke atas dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend atau pun telah membentuk candlestick putih dan panjang, kemudian disusul dengan terbentuknya sebuah doji sesudah pola pembukaan candlestick putih dan panjang, maka trader harus berjaga-jaga untuk kemungkinan terbentunya evening doji star.

Sebaliknya jika dalam sebuah penurunan nilai harga ke bawah dalam sebuah pola kecenderungan untuk turun/down trend yang kemudian disusul dengan terbentuknya sebuah doji sesudah pola pembukaan candlestick hitam dan panjang, maka para trader harus bersiap-siap untuk kemungkinan terbentuknya pola pembalikan.



Pola Long White Candle + Doji

.
Doji yang terbentuk sesudah sebuah candle putih yang panjang merupakan sebuah sinyal negatif bagi sebuah pola kecenderungan untuk naik.

Kronologinya adalah setelah terjadinya gerakan nilai harga yang meningkat dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend dan membentuk candlestick putih dan panjang sebelumnya, pola doji yang kemudian terbentuk memberikan sinyal bahwa hasrat membeli sudah mulai melemah dan terdapat kemungkinan up trend sudah mau berakhir.

Pada saat tersebut market dapat dikatakan mengalami masa kejenuhan karena kekurangan hasrat dari trader pembeli, padahal untuk melanjutkan up trend kekuatan membeli adalah mutlak diperlukan. Oleh karena itu pola doji menjadi lebih berarti setelah sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend atau setelah terbentuknya candlestick putih dan panjang.

Pola ini kadang juga ditemui dengan gap atau membentuk celah ke atas. Setelah kenaikan nilai harga yang naik ke atas dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend atau pun telah membentuk candlestick putih dan panjang, kemudian disusul dengan terbentuknya sebuah doji sesudah pola pembukaan candlestick putih dan panjang, maka trader harus berjaga-jaga untuk kemungkinan terbentunya evening doji star.

Sebaliknya jika dalam sebuah penurunan nilai harga ke bawah dalam sebuah pola kecenderungan untuk turun/down trend yang kemudian disusul dengan terbentuknya sebuah doji sesudah pola pembukaan candlestick hitam dan panjang, maka para trader harus bersiap-siap untuk kemungkinan terbentuknya pola pembalikan.



Pola Long White Candle + Doji

Doji & Trend

Dalam menentukan relevansi doji dapat dilihat dari trend pergerakan yang sedang terjadi atau kelompok dari candlestick terdahulu yang telah terbentuk sebelumnya.

Jika setelah kenaikan harga suatu saham yang terus bergerak naik ke atas dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend, atau setelah membentuk candlestick putih dan panjang. Kemudian disusul dengan terbentuknya doji pada hari berikutnya, hal ini memberikan sinyal bahwa hasrat untuk membeli sudah mulai melemah

Sebaliknya, setelah terjadi penurunan nilai harga suatu saham yang terus bergerak ke bawah dalam sebuah pola kecenderungan untuk turun/down trend, atau membentuk candlestick hitam dan panjang. Kemudian disusul dengan terbentuknya doji pada hari berikutnya, hal ini memberikan sinyal bahwa hasrat untuk menjual sudah mulai reda.

Doji mengindikasikan kekuatan beli dan kekuatan jual adalah sama kuatnya dan dapat menjadi tanda bahwa awal perubahan pada trend sudah akan terjadi.

Pola Doji yang terbentuk secara sendiri tidaklah cukup untuk memberikan tanda-tanda adanya reversal sehingga konfirmasi lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk jaminan.



.
Dalam menentukan relevansi doji dapat dilihat dari trend pergerakan yang sedang terjadi atau kelompok dari candlestick terdahulu yang telah terbentuk sebelumnya.

Jika setelah kenaikan harga suatu saham yang terus bergerak naik ke atas dalam sebuah pola kecenderungan untuk naik/up trend, atau setelah membentuk candlestick putih dan panjang. Kemudian disusul dengan terbentuknya doji pada hari berikutnya, hal ini memberikan sinyal bahwa hasrat untuk membeli sudah mulai melemah

Sebaliknya, setelah terjadi penurunan nilai harga suatu saham yang terus bergerak ke bawah dalam sebuah pola kecenderungan untuk turun/down trend, atau membentuk candlestick hitam dan panjang. Kemudian disusul dengan terbentuknya doji pada hari berikutnya, hal ini memberikan sinyal bahwa hasrat untuk menjual sudah mulai reda.

Doji mengindikasikan kekuatan beli dan kekuatan jual adalah sama kuatnya dan dapat menjadi tanda bahwa awal perubahan pada trend sudah akan terjadi.

Pola Doji yang terbentuk secara sendiri tidaklah cukup untuk memberikan tanda-tanda adanya reversal sehingga konfirmasi lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk jaminan.



Senin, 06 Juli 2009

Doji Start

Doji merupakan salah satu candlestick yang penting untuk menunjukkan informasi dan bentuk dari doji itu sendiri merupakan bagian dari pola yang penting pada chart.

Bentuk dari doji menunjukkan bahwa nilai harga pembukaan dan penutupan sepanjang sesi adalah sama. Panjang dari ekor atas dan bawah candle bisa sangat bervariasi dan bentuk dari candlestick terlihat seperti tanda tambah (+) atau tanda salib.

Jika dilihat secara tersendiri, doji merupakan pola yang netral dalam setiap bullish trend atau bearish trend yang terbentuk berdasarkan harga yang terjadi, dan menunggu konfirmasi selanjutnya untuk tahap berikutnya.

Kata “doji” ditujukan kepada bentuk tunggal ataupun lebih dari satu.

Idealnya harga pembukaan dan penutupan adalah sama. Pada saat doji memiliki harga pembukaan dan penutupan sama, maka dapat diartikan terdapat kekuatan yang sama kuat. Hal ini sangat penting untuk lebih dapat menangkap maksud inti dari candlestick yang sedang terbentuk sehingga kita dapat memaksimalkannya.

Doji memberikan suatu gambaran dimana terjadi adu kekuatan atau pertarungan sengit antara trader penjual dan trader pembeli. Nilai harga yang bergerak aktif terlihat bergerak diatas dan dibawah pada level nilai pembukaan sepanjang sesi, tapi akhirnya nilai harga penutupannya, ditutup pada ataupun berada di sekitar pada level nilai harga pembukaannya.

Solusinya adalah menarik diri sejenak dari bursa karena baik kekuatan bullish maupun kekuatan bearish tidak dapat memegang kontrol dari arah market.


.
Doji merupakan salah satu candlestick yang penting untuk menunjukkan informasi dan bentuk dari doji itu sendiri merupakan bagian dari pola yang penting pada chart.

Bentuk dari doji menunjukkan bahwa nilai harga pembukaan dan penutupan sepanjang sesi adalah sama. Panjang dari ekor atas dan bawah candle bisa sangat bervariasi dan bentuk dari candlestick terlihat seperti tanda tambah (+) atau tanda salib.

Jika dilihat secara tersendiri, doji merupakan pola yang netral dalam setiap bullish trend atau bearish trend yang terbentuk berdasarkan harga yang terjadi, dan menunggu konfirmasi selanjutnya untuk tahap berikutnya.

Kata “doji” ditujukan kepada bentuk tunggal ataupun lebih dari satu.

Idealnya harga pembukaan dan penutupan adalah sama. Pada saat doji memiliki harga pembukaan dan penutupan sama, maka dapat diartikan terdapat kekuatan yang sama kuat. Hal ini sangat penting untuk lebih dapat menangkap maksud inti dari candlestick yang sedang terbentuk sehingga kita dapat memaksimalkannya.

Doji memberikan suatu gambaran dimana terjadi adu kekuatan atau pertarungan sengit antara trader penjual dan trader pembeli. Nilai harga yang bergerak aktif terlihat bergerak diatas dan dibawah pada level nilai pembukaan sepanjang sesi, tapi akhirnya nilai harga penutupannya, ditutup pada ataupun berada di sekitar pada level nilai harga pembukaannya.

Solusinya adalah menarik diri sejenak dari bursa karena baik kekuatan bullish maupun kekuatan bearish tidak dapat memegang kontrol dari arah market.


Ekor Panjang VS Ekor Pendek

Ekor atas dan awah pada candlestick dapat memberikan informasi yang berharga dalam setiap sesi trading. Ekor atas mewakili nilai harga yang tertinggi pada sesi dan ekor bawah mewakili nilai harga yang terendah pada sesi.

Candlestick dengen ekor yang pendek mengindikasikan bahwa nilai harga bergerak disekitar pembukaan dan penutupan.

Candlestick dengan ekor atas yang panjang dan ekor bawah yang pendek mengindikasikan bahwa pada awalnya sesi tersebut didominasi oleh trader pembeli, sehingga permintaan/bid hargapun lebih tinggi. Namun, kemudian oleh trader penjual, kenaikan harga tersebut ditolak dan ditekan ke bawah dari harga tertinggi yang mereka inginkan, sehingga pada akhir penutupan membentuk ekor panjang di atas.

Sebaliknya candlestick dengan ekor di bawah yang panjang dan ekor pendek di atas mengindikasikan bahwa trader penjual mendominasi sepanjang awal sesi serta menekan harga ke bawah. Bagaimanapun juga, oleh trader pembeli pada akhir sesi kemudian berbalik mengangkat nilai harga ke atas dan menghasilkan penutupan yang kuat sehingga menciptakan bentuk ekor bawah yang panjang.

.
Ekor atas dan awah pada candlestick dapat memberikan informasi yang berharga dalam setiap sesi trading. Ekor atas mewakili nilai harga yang tertinggi pada sesi dan ekor bawah mewakili nilai harga yang terendah pada sesi.

Candlestick dengen ekor yang pendek mengindikasikan bahwa nilai harga bergerak disekitar pembukaan dan penutupan.

Candlestick dengan ekor atas yang panjang dan ekor bawah yang pendek mengindikasikan bahwa pada awalnya sesi tersebut didominasi oleh trader pembeli, sehingga permintaan/bid hargapun lebih tinggi. Namun, kemudian oleh trader penjual, kenaikan harga tersebut ditolak dan ditekan ke bawah dari harga tertinggi yang mereka inginkan, sehingga pada akhir penutupan membentuk ekor panjang di atas.

Sebaliknya candlestick dengan ekor di bawah yang panjang dan ekor pendek di atas mengindikasikan bahwa trader penjual mendominasi sepanjang awal sesi serta menekan harga ke bawah. Bagaimanapun juga, oleh trader pembeli pada akhir sesi kemudian berbalik mengangkat nilai harga ke atas dan menghasilkan penutupan yang kuat sehingga menciptakan bentuk ekor bawah yang panjang.

Sabtu, 04 Juli 2009

Bentuk Candlestick

Untuk membentuk sebuah candlestick, maka diperlukan adanya data-data nilai yang terdiri dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah, dan nilai harga penutupan dari sebuah saham dalam sebuah periode yang hendak ditampilkan.




Bentuk Candlestick


Data tentang nilai dari harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah pada setiap periode yang diinginkan tersebut yang kemudian menjadi pedoman pada saat menganalisa candlestick pada sebuah chart.

Bagian kosong atau bagian yang terisi pada sebuah bentuk dari candlestick disebut dengan tubuh dari candle atau disebut juga the real body.

Garis tipis pada atas atau bawah dari the real body mewakili nilai harga tertinggi atau terendah yang disebut dengan ekor atau shadows.

Nilai harga tertinggi yang tejadi pada suatu jenis saham yang terbentuk pada candlestick di sesi perdagangan yang terjadi di bursa diwakili oleh ekor atas. Sementara nilai harga yang terendah yang terjadi pada suatu jenis saham diwakili oleh ekor bawah.

Jika harga saham ditutup lebih tinggi dair harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang kosong/putih, dimana bagian body di bawah mewakili nilai harga pembukaan dan body di atas mewakili nilai harga penutupan.

Jika harga saham ditutup lebih rendah dari nilai harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang terisi penuh/hitam dimana body di atas mewakili nilai harga pembukaan dan body di bawah mewakili nilai harga penutupan.

Jika dibandingkan dengan bar chart, banyak trader lebih memilih bentuk dari candletick, dengan alasan lebih mudah diartikan. Setiap batangan candlestick dapat secaa sederhana mengartikan harga yang terjadi pada sesi yang sedang berlangsung.

Dengan candlestick, maka amat mudah bagi para trader untuk membedakan nilai harga pembukaan, nilai harga penutupan, nilai harga tertinggi dan nilai harga terendah. (lihat gambar Bar Chart dan Candlestick).

Nilai harga pembukaan dan penutupan inilah yang dapat memberikan informasi dan membentuk sebuah pola candlestick.

Candlestick yang kosong/putih memperlihatkan dimana nilai harga penutupannya lebih tinggi dari pembukaannya, hal ini menunjukkan besarnya keinginan membeli. Sementara candlestick yang terisi/hitam menunjukkan dimana nilai harga penutupannya lebih rendah dari pembukaannya, memperlihatkan berapa besarnya keinginan untuk menjual.



Bar Chart

Candlestick
.
Untuk membentuk sebuah candlestick, maka diperlukan adanya data-data nilai yang terdiri dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah, dan nilai harga penutupan dari sebuah saham dalam sebuah periode yang hendak ditampilkan.




Bentuk Candlestick


Data tentang nilai dari harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah pada setiap periode yang diinginkan tersebut yang kemudian menjadi pedoman pada saat menganalisa candlestick pada sebuah chart.

Bagian kosong atau bagian yang terisi pada sebuah bentuk dari candlestick disebut dengan tubuh dari candle atau disebut juga the real body.

Garis tipis pada atas atau bawah dari the real body mewakili nilai harga tertinggi atau terendah yang disebut dengan ekor atau shadows.

Nilai harga tertinggi yang tejadi pada suatu jenis saham yang terbentuk pada candlestick di sesi perdagangan yang terjadi di bursa diwakili oleh ekor atas. Sementara nilai harga yang terendah yang terjadi pada suatu jenis saham diwakili oleh ekor bawah.

Jika harga saham ditutup lebih tinggi dair harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang kosong/putih, dimana bagian body di bawah mewakili nilai harga pembukaan dan body di atas mewakili nilai harga penutupan.

Jika harga saham ditutup lebih rendah dari nilai harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang terisi penuh/hitam dimana body di atas mewakili nilai harga pembukaan dan body di bawah mewakili nilai harga penutupan.

Jika dibandingkan dengan bar chart, banyak trader lebih memilih bentuk dari candletick, dengan alasan lebih mudah diartikan. Setiap batangan candlestick dapat secaa sederhana mengartikan harga yang terjadi pada sesi yang sedang berlangsung.

Dengan candlestick, maka amat mudah bagi para trader untuk membedakan nilai harga pembukaan, nilai harga penutupan, nilai harga tertinggi dan nilai harga terendah. (lihat gambar Bar Chart dan Candlestick).

Nilai harga pembukaan dan penutupan inilah yang dapat memberikan informasi dan membentuk sebuah pola candlestick.

Candlestick yang kosong/putih memperlihatkan dimana nilai harga penutupannya lebih tinggi dari pembukaannya, hal ini menunjukkan besarnya keinginan membeli. Sementara candlestick yang terisi/hitam menunjukkan dimana nilai harga penutupannya lebih rendah dari pembukaannya, memperlihatkan berapa besarnya keinginan untuk menjual.



Bar Chart

Candlestick Formations

Nah pada bagian ini akan saya terangkan mengenai formasi yang terjadi pada candlestick. Secara garis besar formasi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Bullish candlestick formations, Neutral candlestick formations, dan Istilah praktisi pasar uang/saham yang menunjukkan trend harga yang menurun.


', CAPTION, 'Bearish',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();" onclick="return overlib('

Istilah praktisi pasar uang/saham yang menunjukkan trend harga yang menurun.


', STICKY, CLOSECLICK, CAPTION, 'Bearish',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);"> Bearish
candlestick formations.

The Bullish Candlestick Formations


Ini semua adalah Bullish pattern. Beberapa diantaranya menandakan strong bullish pattern. Sedikit panduan sederhana, apabila ditemukan formasi-formasi berikut maka kemungkinan yang terjadi adalah sebuah trend bullish akan segera terjadi.


Hammer – Anda pasti dapat menduga mengapa disebut hammer. Hammer terjadi setelah trend menurun yang kuat. Jika terjadi setelah trend menguat yang tajam maka disebut hanging man. Bentuknya seperti bullish pattern dengan lowest price yang dalam serta tidak memiliki highest price.

Piercing Line – Candle pertama adalah bear candle yang panjang diikuti bull candle yang juga panjang. Bull candle muncul dibawah bear candle tetapi tidak sampai separuh dari bear candle.
Bullish Engulfing Lines – Merupakan bullish pattern yang kuat dan terjadi setelah downtrend yang cukup besar (dan biasanya merupakan trend balik / reverse). Terjadi ketika bearish kecil disusul bullish yang besar.
Morning Star – Pattern seperti ini menandakan harga telah mencapai titik bawah (support) yang potensial. Munculnya star (candle yang ditengah) mengindikasikan akan terjadi trend balik bila diikuti bullish pada candle berikutnya. Star dapat berupa bull candle atau bear candle.

Bullish Doji Star – Star seperti ini menunjukan trend balik yang sifatnya masih tidak pasti. Jika tidak ada indikator pendukung lainnya yang memastikan trend akan berlangsung, disarankan untuk wait and see terlebih dahulu.

Long Bearish Candle – Bearish candle terjadi ketika harga dibuka dekat pada highest price dan ditutup dekat pada lowest price.

Hanging Man – Terjadi setelah uptrend yang signifikan. Terdiri dari dua candle dengan lowest price yang jauh kebawah tanpa highest price. Pattern seperti ini adalah kebalikan dari hamer pada bullish candlestick formation.

Dark Cloud Cover – Merupakan bearish pattern . Akan lebih kuat pengaruhnya apabila candle kedua muncul dibawah dari bullish candle pertama.

Bearish Engulfing Lines – Merupakan bearish pattern yang cukup kuat apabila terjadi setelah uptrend dan merupakan reverse pattern. Terjadi setelah bullish candle kecil diikuti bearish candle yang besar.

Evening Star – Menunjukan bahwa harga sudah mencapai titik Level psikologis tertentu yang berada diatas harga pada saat tersebut. Pada saat menjelang resistance point diharapkan pasar akan menjual kembali kurs yang telah dibeli sehingga nilai tukar akan melemah.


', CAPTION, 'Resistance Point',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();" onclick="return overlib('

Level psikologis tertentu yang berada diatas harga pada saat tersebut. Pada saat menjelang resistance point diharapkan pasar akan menjual kembali kurs yang telah dibeli sehingga nilai tukar akan melemah.


', STICKY, CLOSECLICK, CAPTION, 'Resistance Point',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);"> resistance point
-nya. Star (candle yang ditengah) menunjukkan kemungkinan terjadi trend balik berupa bearish. Star dapat berupa bear candle atau pun bull candle.

Doji Star – Seperti pada bullish doji star, demikian doji star seperti ini menunjukan bearish trend dengan periode yang tidak pasti. Diperlukan penguat seperti evening star untuk memastikannya.

Shooting Star – Merupakan trend balik minor. Star harus memiliki highest price yang cukup panjang untuk dapat dikatakan shooting star.

Neutral Candlestick Formations

Formasi candlestick netral tidak menunjukkan uptrend maupun downtrend. Untuk keadaan seperti ini disarankan wait and see.


Spinning Tops – Benar-benar simetris dan jarak antar open dan close tidak terlalu besar. Tidak ada kepastian apa yang akan terjadi setelahnya.

Doji – Seperti Doji pada formasi bullish atau pun bearish. Posisi seperti ini menandakan ketidak pastian trend yang akan terjadi serta periodenya.

Double Doji – Nah untuk model double doji seperti ini kemungkinan yang akan terjadi adalah “breakout” untuk ketidak pastian yang terjadi. Namun demikian model breakout yang akan terjadi tetap tidak dapat dipastikan dari hanya formasi ini. Harus ada pendukung lainnya.

Harami – Model seperti ini mengindikasikan berkurangnya momentum trend yang akan segera diikuti berakhirnya trend. Terdiri dari candle dengan ukuran yang lebih kecil berada ditengah-tengah candle yang lebih besar sebelumnya. Pada contoh disamping menandakan berakhirnya bullish trend karena bullish disusul oleh bearish candle yang lebih kecil.

Reversal Candlestick Formations

Nah, formasi ini khusus untuk trend balik / reversal.


Long-legged Doji –Sering menunujukkan titik balik. Terjadi ketika open dan closing price adalah sama dengan highest dan lowest price relatif besar.

Dragonfly Doji – Juga merupakan titik balik. Hanya saja disini menunjukkan bahwa lowest price-nya jauh lebih besar dibanding highest price.

Gravestone Doji – Open dan close serta lowest price adalah sama. Sementara highest price jauh meninggi.

Stars – Nah ini adalah bintang reverse. Posisinya berada diatas dari candle sebelumnya yang berjenis sama. Seperti pada formasi lainnya, kondisi seperti ini menunjukkan reversal trend mungkin terjadi.

Setelah saya bentangkan begitu banyak formasi, pastilah timbul pertanyaan dalam diri Anda: Ada begini banyak formasi, bagaimana dapat saya gunakan secara efektif untuk digunakan dalam ber-trading?

Jawabannya sederhana (meski tidak semudah menuliskannya disini). Sering-seringlah digunakan dan melihat referensi!! Itu saja, maka Anda akan terbiasa. Saya sendiri sejujurnya (jujur nih…J) tidak hafal semua formasi yang ada. Hanya beberapa yang saya anggap penting saja. Dan yang perlu diingat, konfirmasi hanya dengan membaca formasi seringkali menimbulkan false signal. Perlu dukungan yang lebih kuat dengan keberadaan indikator lainnya. Hal lainnya lagi, indikasi yang diberikan dalam candlestick formation biasanya hanyalah memberikan indikasi trend dalam jangka waktu yang sangat pendek (tidak lebih dari 7 candle). Sulit menentukan trend dalam jangka waktu panjang dengan candlestick.